Ini baru hari ketiga di tahun 2005, tapi saya telah menggagalkan satu resolusi tahun baru dengan sukses.
Sebenarnya dulu saya selalu meragukan pentingnya resolusi. Agak absurd buat saya. Tiap awal tahun semua orang akan membuat janji-janji yang rasa-rasanya kok dibuat tidak untuk ditepati. Tapi lama-lama saya merasa… mungkin ada baiknya. Walau bagaimanapun, hidup harus tetap diatur seperti kita mengatur bisnis. Harus ada hitungan ekonomis, untung-rugi, strategi dagang…. Jadi, layaknya sebuah perusahaan, tiap tahun harus ada evaluasi dan harus ada sasaran-sasaran baru. Supaya nggak nanggung. Toh kita sudah kadung hidup di sebuah masyarakat bersistem kapitalis. Kenapa tidak sekalian menerapkan pola pikir itu dalam melihat diri kita sendiri secara pribadi? Kenapa tidak sekalian menerapkan sistem itu dalam merancang langkah kita ke depan?
Itulah mengapa sejak beberapa tahun terakhir ini saya ikut-ikutan membuat resolusi. Dan selama beberapa tahun terakhir itulah saya belum pernah bisa mencapai semua sasaran yang telah saya tetapkan sendiri.
Memang susah menjaga target-target pribadi. Jauh lebih sulit daripada menjaga tenggat pekerjaan. Mungkin karena dalam target pribadi tidak ada konsekuensi yang datang dari luar. Semuanya berbalik ke dispilin diri sendiri. Dan menjaga diri sendiri itu lebih sulit daripada menjaga orang lain.
Resolusi tahun lalu saya yang tercapai cuma satu. Tahun lalu saya berhasil mengunjungi daerah di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Tapi itu pun tidak akan kejadian kalau tidak karena kantor mengirim saya ke sana.
Nah, berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu yang hasilnya sangat mengecewakan itu, saya berniat untuk membuat resolusi yang lebih “ringan” tahun ini. Lebih realistis. Karena percuma saja membuat target yang tidak mungkin dikejar kan?
Itu perkiraan saya.
Tapi kenyataannya… baru hari ketiga sudah satu resolusi kandas. Resolusi itu adalah menulis tiap hari. Tanpa bolong satu hari pun.
Hahahahahaha.
Sementara saya tidak menulis apapun kemarin. Tidak di blog ini, tidak juga di blog-blog saya yang lain. Bahkan tidak di buku jurnal saya. Memalukan.
Sementara resolusi lainnya juga belum menunjukkan tanda-tanda akan direalisasikan. Salah satunya adalah niat saya untuk membaca Kamus Besar bahasa Indonesia, dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Tapi kamus terbitan terbaru pun belum saya dapatkan.
Memang repot kalau tidak punya dispilin diri. Dan saya baru sadar, “meningkatkan dispilin diri” kok justru tidak saya masukkan dalam resolusi saya di 2005 ya?
jumpalitan salto-salto sendirian pada 09:30 pm